
Banyuwangi, 30 September 2026 — Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi (UIMSYA) turut ambil bagian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sekaligus penguatan jejaring kerja sama lintas perguruan tinggi yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) bersama sejumlah perguruan tinggi swasta mitra. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula STIKES Rustida Krikilan, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, pada Rabu, 30 September 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang mengusung tema “Tri Dharma Kolaboratif Lintas Perguruan Tinggi guna Membangun Ekosistem Riset dan Pengabdian Berdampak” menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi dalam membangun sinergi yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pada penguatan mutu akademik, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan peluang kerja sama di bidang pendidikan dan riset. Dalam susunan acara, rangkaian kegiatan meliputi registrasi, pembukaan, sambutan, pemaparan informasi APT 2.0, penandatanganan kerja sama, promosi pascasarjana UNDIKSHA, foto bersama, dan penutup.
Dalam kegiatan tersebut, UIMSYA hadir bersama perguruan tinggi swasta lainnya, yakni STIKES Rustida, Universitas Al-Falah As-Sunniyah (UAS) Kencong, dan Universitas Bakti Indonesia (UBI), sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi dengan UNDIKSHA. Kehadiran UIMSYA juga menjadi representasi komitmen perguruan tinggi dalam membangun hubungan kelembagaan yang lebih terbuka, produktif, dan berkelanjutan di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Dari unsur UIMSYA, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) beserta beberapa dosen FTK turut hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan UIMSYA dalam forum lintas perguruan tinggi tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan kompetensi dosen dan penguatan kualitas akademik pada tingkat fakultas maupun program studi.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan mengenai Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 2.0 yang disampaikan oleh Dr. Abd. Syakur, M.Pd. dari LLDIKTI Wilayah VII. Materi tersebut menjadi bagian penting karena perubahan instrumen akreditasi membawa konsekuensi terhadap strategi perguruan tinggi dalam mengelola dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Dr. Abd. Syakur, M.Pd. menekankan pentingnya perguruan tinggi memahami arah perubahan instrumen akreditasi serta menyiapkan seluruh unsur akademik secara sistematis. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen yang memiliki kualifikasi akademik tinggi dan berkontribusi langsung terhadap penguatan mutu program studi.
“Perubahan instrumen APT 2.0 perlu direspons dengan peningkatan mutu yang nyata dan berkelanjutan. Kualitas dosen, termasuk penguatan kualifikasi akademik hingga jenjang doktoral dan profesor pada program studi, menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu perguruan tinggi,” demikian poin utama yang ditekankan dalam pemaparan tersebut.
Pembahasan mengenai peningkatan kualitas dosen menjadi semakin relevan karena akreditasi tidak semata-mata berbicara tentang kelengkapan administrasi, melainkan berkaitan dengan kapasitas perguruan tinggi dalam menghadirkan proses pendidikan yang berkualitas, tata kelola yang baik, serta luaran yang memberikan dampak. Dengan demikian, kesiapan menghadapi instrumen akreditasi perlu berjalan beriringan dengan agenda pengembangan sumber daya manusia.
Bagi UIMSYA, pembahasan tersebut membuka perspektif bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi dapat dikembangkan lebih jauh. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada kegiatan PKM, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memperluas akses pengembangan kapasitas dosen, termasuk peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

Dekan FTK UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A memandang bahwa penguatan mutu institusi harus dibangun melalui ekosistem akademik yang mendukung dosen untuk terus berkembang. Dalam konteks tersebut, jejaring dengan perguruan tinggi lain menjadi salah satu instrumen yang dapat membuka ruang kolaborasi, pertukaran pengalaman, pengembangan riset, hingga peluang pendidikan lanjut bagi dosen. “Kolaborasi lintas perguruan tinggi perlu kita maknai sebagai investasi akademik jangka panjang. Bukan hanya menghasilkan kegiatan bersama, tetapi juga membuka kesempatan bagi dosen untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” menjadi semangat yang sejalan dengan keterlibatan FTK UIMSYA dalam kegiatan tersebut.
Semangat tersebut sejalan dengan tema besar kegiatan yang menempatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai fondasi kolaborasi. Pengabdian kepada masyarakat, riset, dan pendidikan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga agar menghasilkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Selain materi APT 2.0, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kerja sama oleh UNDIKSHA dan dilanjutkan dengan promosi Pascasarjana UNDIKSHA. Kedua agenda tersebut semakin mempertegas bahwa kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki dimensi pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia yang lebih luas. Promosi program pascasarjana menjadi relevan bagi para dosen yang tengah mempersiapkan pengembangan karier akademiknya. Informasi mengenai peluang pendidikan lanjut dapat menjadi pintu masuk bagi terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang lebih intensif antara perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kualifikasi akademik dosen.
Bagi FTK UIMSYA, forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya akademik yang mendorong dosen agar tidak berhenti pada peningkatan kompetensi mengajar, tetapi juga aktif dalam pengembangan riset, pengabdian, publikasi ilmiah, dan pendidikan berkelanjutan. “Kami melihat forum seperti ini sebagai ruang bertemunya berbagai potensi. Dari sinergi yang terbangun, diharapkan lahir kerja sama yang konkret, baik dalam bidang pengabdian, penelitian, maupun pengembangan sumber daya manusia,” demikian semangat yang dibawa FTK UIMSYA dalam keterlibatannya pada kegiatan kolaboratif tersebut.

Keterlibatan UIMSYA dalam PKM lintas perguruan tinggi ini menjadi bagian dari langkah untuk memperluas konektivitas akademik sekaligus memperkokoh posisi perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang. Kolaborasi dengan UNDIKSHA dan perguruan tinggi mitra diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan terarah, terutama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi serta peningkatan kapasitas dosen.
Pada akhirnya, kegiatan di Aula STIKES Rustida Krikilan tidak hanya menjadi agenda pertemuan antarlembaga, tetapi juga menjadi ruang untuk menyamakan perspektif mengenai pentingnya mutu, akreditasi, riset, pengabdian, dan pengembangan sumber daya manusia. Bagi UIMSYA, keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk terus membangun jejaring akademik yang produktif sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan institusi dan dosen di masa mendatang. Melalui kolaborasi yang terarah, UIMSYA terus mendorong terbangunnya ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
