SURABAYA – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan unsur pimpinan fakultas dan pengelola program studi dalam kegiatan Klinik Akreditasi Mandiri yang diselenggarakan oleh Forum Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (FPMPI) Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Senin (2/11/2026), bertempat di Hotel GreenSa Surabaya.

Mengusung tema “Penguatan Mutu dan Strategi Sukses Akreditasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) untuk memperkuat pemahaman mengenai perkembangan instrumen akreditasi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu program studi.

Dalam kegiatan ini, FTK UIMSYA mengikutsertakan sejumlah perwakilan yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan dan pengembangan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), yakni; Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I., selaku Ketua Program Studi MPI S1 FTK; dan Lutfi Wakhid, M.Pd., selaku Wakil Dekan II FTK, serta Ahmad Azkal Azkiya’, M.Pd., selaku dosen MPI. Selain itu, turut hadir Dr. H. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I., selaku Ketua Program Studi S2 MPI dan Masnida, M.Ag., selaku Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Ushuludin, sebagai bagian dari delegasi resmi UIMSYA.

Keikutsertaan delegasi tersebut didasarkan pada penugasan resmi pimpinan universitas sebagai bentuk keseriusan institusi dalam mengawal kesiapan dan peningkatan status akreditasi program studi, khususnya MPI di lingkungan FTK UIMSYA. Kehadiran unsur pimpinan fakultas bersama pengelola program studi juga menjadi langkah penting untuk membangun kesamaan persepsi mengenai standar mutu, kesiapan dokumen, serta strategi pengembangan akademik yang harus dipersiapkan secara terencana dan berkelanjutan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Dalam penyelenggaraannya, Klinik Akreditasi Mandiri diarahkan untuk memberikan pendampingan intensif kepada perguruan tinggi swasta dalam memahami perubahan dan pergeseran standar akreditasi. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut memenuhi kelengkapan administratif, tetapi juga harus mampu menunjukkan bukti nyata pelaksanaan sistem penjaminan mutu serta capaian kinerja akademik yang terukur.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Si., yang membahas bedah instrumen Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 1.0 LAMGAMA. Materi ini memberikan penguatan mengenai struktur instrumen, komponen penilaian, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan dokumen akreditasi program studi. Pembahasan tersebut menjadi kesempatan penting bagi pengelola MPI FTK UIMSYA untuk memperdalam pemahaman mengenai arah penilaian akreditasi dan strategi pemenuhan indikator mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain pembahasan instrumen akreditasi, peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang disampaikan oleh Dr. Abdul Goffar, M.Pd.I. Materi ini menekankan pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten sebagai fondasi peningkatan kualitas perguruan tinggi. Melalui siklus PPEPP, setiap standar pendidikan tinggi harus dijalankan secara sistematis, mulai dari penetapan standar, pelaksanaan program, evaluasi ketercapaian, pengendalian terhadap hasil evaluasi, hingga peningkatan standar secara berkelanjutan. Dengan demikian, kesiapan akreditasi tidak hanya dibangun menjelang pelaksanaan asesmen, tetapi menjadi bagian integral dari budaya kerja akademik di tingkat fakultas dan program studi.

Bagi FTK UIMSYA, materi yang diperoleh dalam kegiatan ini memiliki relevansi langsung dengan agenda pengembangan Program Studi MPI, baik jenjang sarjana maupun magister. Sinergi antara pimpinan fakultas, wakil dekan, dan ketua program studi menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh proses pengembangan akademik berjalan selaras dengan standar mutu pendidikan tinggi. Keikutsertaan dalam forum tersebut juga diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi internal, pemetaan ketercapaian indikator akreditasi, penguatan dokumentasi kegiatan tridarma perguruan tinggi, serta optimalisasi pelaksanaan penjaminan mutu di lingkungan FTK. Langkah ini diperlukan agar setiap program pengembangan yang dilaksanakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan capaian akademik mahasiswa.

Melalui partisipasi dalam Klinik Akreditasi Mandiri FPMPI Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, FTK UIMSYA menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, keselarasan tata kelola fakultas dan program studi, serta penerapan budaya mutu berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mewujudkan program studi yang unggul dan kompetitif.

Ke depan, hasil pembekalan ini diharapkan menjadi pijakan bagi FTK UIMSYA dalam menyusun langkah strategis peningkatan akreditasi MPI, sekaligus memperkuat posisi fakultas sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, FTK UIMSYA terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *