BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Orientasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai bertempat di Ruang Pertemuan Kampus 2 UIMSYA. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi kelembagaan, membangun budaya akademik, serta mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan pada program studi baru di lingkungan FTK UIMSYA.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III UIMSYA, Dekan dan Wakil Dekan FTK, enam dosen Program Studi PAI, serta tujuh mahasiswa baru PAI. Kehadiran unsur pimpinan universitas, fakultas, dosen, dan mahasiswa menjadi wujud sinergi dalam mengawali perjalanan akademik Program Studi PAI agar dapat berkembang secara terarah, berkualitas, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan koordinasi dan orientasi ini tidak sekadar menjadi forum perkenalan antara dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai visi akademik, tata kelola pembelajaran, serta tanggung jawab seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui kegiatan tersebut, Program Studi PAI diharapkan mampu membangun fondasi yang kuat dalam menciptakan lingkungan akademik yang religius, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dalam arahannya, Wakil Rektor I UIMSYA, Drs. Eko Budywono, M.H menekankan pentingnya membangun kualitas akademik sejak awal penyelenggaraan program studi. Menurutnya, keberadaan Program Studi PAI harus diikuti dengan perencanaan pembelajaran yang matang, penguatan kompetensi dosen, serta pembentukan karakter mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. “Program studi baru harus dibangun dengan visi yang jelas dan komitmen bersama. Kami berharap Program Studi Pendidikan Agama Islam dapat berkembang menjadi ruang akademik yang melahirkan calon pendidik yang kompeten, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di tengah perkembangan zaman. Karena itu, sinergi antara pimpinan, dosen, dan mahasiswa perlu terus dijaga,” ungkapnya

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan citra program studi. Oleh sebab itu, mahasiswa PAI diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kedisiplinan, serta kepedulian sosial sebagai bekal menjadi pendidik profesional.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIMSYA, Bapak Abdi Fauji Hadiono, M.H., M.Sos menyoroti pentingnya dukungan tata kelola dan administrasi dalam menunjang penyelenggaraan program studi. Menurutnya, pengembangan program akademik perlu berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya, perencanaan kebutuhan, dan administrasi yang tertib serta akuntabel.

“Penyelenggaraan program studi membutuhkan perencanaan yang terukur dan koordinasi yang baik. Seluruh unsur perlu memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar proses akademik dapat berjalan secara efektif. Dukungan tata kelola yang tertib menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta menjaga keberlanjutan pengembangan Program Studi PAI,” tuturnya.

Dekan FTK UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi dan orientasi menjadi fondasi penting bagi Program Studi PAI dalam membangun identitas akademik dan budaya kerja yang kolaboratif. Menurutnya, pengembangan program studi tidak hanya berfokus pada pelaksanaan perkuliahan, tetapi juga mencakup penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pembentukan karakter mahasiswa.

“Sebagai program studi baru, PAI memiliki kesempatan untuk membangun sistem akademik yang terencana sejak awal. Kami ingin seluruh dosen dan mahasiswa memiliki komitmen yang sama dalam menjaga mutu, kedisiplinan, dan profesionalisme. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis Program Studi PAI dapat tumbuh menjadi bagian penting dari pengembangan pendidikan di FTK UIMSYA,” jelasnya.

Ia juga berharap enam dosen yang bergabung dapat berkontribusi secara optimal melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antardosen diharapkan menjadi kekuatan dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam sekaligus mendorong pengembangan keilmuan secara berkelanjutan.

Bagi tujuh mahasiswa baru PAI, kegiatan orientasi menjadi kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik, memahami ekspektasi pembelajaran di perguruan tinggi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap program studi. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan masa studi untuk memperluas wawasan keislaman, meningkatkan kemampuan akademik, dan mengembangkan keterampilan pedagogis sebagai calon pendidik.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan koordinasi dan orientasi ini adalah pemaparan arah pengembangan akademik Program Studi Pendidikan Agama Islam oleh Kaprodi PAI, Bapak Moh. Syamsul Ma’arif, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi menyampaikan visi dan misi program studi, Tujuan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sebaran mata kuliah, serta berbagai komponen akademik lainnya yang telah disusun sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan.

Pemaparan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada dosen dan mahasiswa baru mengenai arah pengembangan program studi, kompetensi yang harus dicapai selama masa studi, serta struktur pembelajaran yang akan ditempuh mahasiswa. Melalui penjelasan ini, para dosen diharapkan memiliki pemahaman yang selaras dalam melaksanakan proses pembelajaran, sedangkan mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai tahapan pendidikan dan kompetensi yang perlu dikembangkan.

Selain itu, penjelasan mengenai CPL dan sebaran mata kuliah menjadi bagian penting dalam membangun keselarasan antara perencanaan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, dan profil lulusan yang diharapkan. Dengan demikian, penyelenggaraan pendidikan di Program Studi PAI tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi perkuliahan, tetapi juga pada pembentukan kompetensi keilmuan, keterampilan pedagogis, sikap profesional, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Bapak Syamsul  menyampaikan bahwa berbagai perangkat akademik tersebut telah dipersiapkan sebagai pijakan awal dalam menjalankan kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, koordinasi bersama dosen dan mahasiswa menjadi langkah penting untuk menyosialisasikan rancangan yang telah disusun sekaligus membangun kesamaan pemahaman mengenai pelaksanaan kegiatan akademik.

Melalui pemaparan tersebut, diharapkan seluruh unsur program studi dapat menjalankan perannya secara sinergis. Dosen memiliki acuan dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan arah kurikulum, sementara mahasiswa memperoleh pedoman untuk merencanakan perjalanan akademik secara lebih terstruktur. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FTK UIMSYA dalam membangun tata kelola akademik yang terencana, terarah, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Melalui kegiatan Koordinasi dan Orientasi Program Studi PAI ini, FTK UIMSYA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, integritas, dan profesionalisme. Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terbangunnya kerja sama yang solid antara pimpinan universitas, pengelola fakultas, dosen, dan mahasiswa.

Dengan fondasi koordinasi yang kuat serta komitmen bersama terhadap peningkatan mutu, Program Studi Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu berkontribusi dalam menyiapkan calon pendidik yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan. Kehadiran program studi baru ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FTK UIMSYA dalam memperluas kontribusi akademik bagi pengembangan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *