Blokagung, Banyuwangi — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Asistensi Mengajar/Magang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan bagi seluruh mahasiswa semester 7 pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke satuan pendidikan maupun lembaga mitra sebagai bentuk implementasi kompetensi akademik dan profesional yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Kegiatan yang bertempat di Aula Bahjatul Ulum Lantai 4 tersebut diikuti oleh mahasiswa semester 7 dari enam program studi di lingkungan FTK, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Tadris Bahasa Inggris (TBIG), Tadris Matematika (TMTK), dan Tadris IPA (TIPA). Turut hadir jajaran dekanat FTK dan para ketua program studi yang memberikan dukungan sekaligus penguatan kepada mahasiswa menjelang pelaksanaan asistensi mengajar dan magang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan pembukaan yang dipandu oleh Maya Adiba dari Program Studi TBIG selaku Master of Ceremony (MC). Suasana kegiatan semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Hanik Rosida dari Program Studi MPI.

Memasuki agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pengarahan dari Dekan FTK UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A. Dalam arahannya, Bu Zulfi menekankan bahwa program asistensi mengajar dan magang bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

“Asistensi mengajar dan magang harus dimaknai sebagai proses pembentukan profesionalitas mahasiswa. Apa yang dipelajari di kampus perlu diimplementasikan secara nyata dengan menunjukkan sikap disiplin, etika, tanggung jawab, dan kemampuan berkolaborasi di lembaga tempat mahasiswa melaksanakan kegiatan.” Beliau juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membawa nama baik almamater selama menjalankan program di lembaga mitra. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan sikap profesional mahasiswa ketika berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun masyarakat.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan Materi I: Perangkat Pembelajaran Sekolah (RPP, Modul, dan Media) yang disampaikan oleh Ibu Wilis Anggraeni, S.Si., Penjamin Mutu MAN 3 Banyuwangi. Materi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan pembelajaran sebagai fondasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Dalam pemaparannya, Bu Wilis menekankan bahwa perangkat pembelajaran harus disusun secara sistematis dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. “Perangkat pembelajaran bukan hanya dokumen administratif, tetapi menjadi pedoman agar proses pembelajaran memiliki arah, tujuan, dan strategi yang jelas. Mahasiswa perlu memahami bagaimana merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan konteks satuan pendidikan.”

Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan Materi II: Praktik Pengajaran Sekolah (Pengelolaan & Evaluasi) yang disampaikan oleh Bapak Heriyanto Nurcahyo, M.Li., Kepala Sekolah SMAN 1 Glenmore. Materi tersebut mengarahkan mahasiswa untuk memahami realitas pengelolaan kelas, strategi menghadapi keberagaman peserta didik, hingga pentingnya evaluasi dalam mengukur keberhasilan pembelajaran.

Bapak Heriyanto mengingatkan mahasiswa bahwa pengalaman di sekolah merupakan kesempatan berharga untuk menghubungkan teori dengan praktik. “Ketika berada di sekolah, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu mengajar, tetapi juga belajar membaca situasi, memahami karakter peserta didik, membangun komunikasi, dan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran.”

Khusus bagi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBIG) yang melaksanakan magang pada lembaga di luar sekolah, pembekalan juga diperkuat dengan materi dari Bapak Supriyadi, S.Pd. Materi tersebut memberikan perspektif tambahan mengenai kesiapan mahasiswa menghadapi karakteristik lingkungan kerja nonsekolah serta tuntutan profesional yang berbeda dengan satuan pendidikan formal.

Kehadiran para pemateri dari praktisi pendidikan tersebut menjadi nilai strategis dalam kegiatan pembekalan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai dinamika yang akan dihadapi ketika berada di lapangan.

Kaprodi dari masing-masing program studi turut memberikan penguatan kepada mahasiswa agar menjalankan asistensi mengajar dan magang secara sungguh-sungguh. Program tersebut diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, sekaligus membangun pengalaman kerja yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing.

Melalui kegiatan pembekalan ini, FTK UIMSYA menunjukkan komitmennya untuk memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan profesional sebelum memasuki dunia pendidikan maupun lingkungan kerja. Dengan bekal tersebut, mahasiswa semester 7 diharapkan mampu menjadi representasi positif UIMSYA sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lembaga tempat mereka melaksanakan asistensi mengajar dan magang.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan doa yang dipandu oleh Maya Adiba bersama panitia. Pembekalan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk membawa ilmu dari ruang perkuliahan menuju pengalaman profesional yang sesungguhnya—sekaligus menjadi bagian dari proses membentuk calon pendidik dan tenaga profesional yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *