Banyuwangi – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung (UIMSYA) sukses menyelenggarakan webinar akademik bertajuk “Genetika Dasar sebagai Jembatan antara Sains Modern dan Nilai-Nilai Keislaman”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Tadris IPA serta dosen Tadris IPA FTK UIMSYA dengan penuh antusias.

Webinar menghadirkan narasumber utama Erna Wijayanti, M.Pd, Dosen Pendidikan Biologi UIN Walisongo Semarang sekaligus PhD Candidate di Monash University, Australia. Acara dipandu oleh Ferdiana, M.Pd, dosen Tadris IPA FTK UIMSYA, yang bertindak sebagai moderator.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen HMPS Tadris IPA dalam memperkuat wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya dalam memahami perkembangan sains modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui tema yang diangkat, peserta diajak untuk melihat bagaimana ilmu genetika tidak hanya menjadi bagian penting dalam perkembangan biologi modern, tetapi juga dapat dipahami secara harmonis dengan perspektif Islam.

Memasuki pukul 08.00 WIB, peserta mulai melakukan registrasi dan check-in secara daring. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mahasiswa dan dosen yang telah bergabung sejak awal kegiatan.

Opening ceremony dimulai pada pukul 08.30 WIB yang dipandu oleh MC, Meldina Sama’un, mahasiswa Tadris IPA semester 4. Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Miftakhul Jannah, mahasiswa Tadris IPA semester 2. Suasana khidmat dan akademis mewarnai pembukaan kegiatan yang dipersiapkan oleh tim acara di bawah koordinasi Khoirul Umam.

Pada sesi sambutan, Ketua Panitia Faridudin Bahtiar, mahasiswa Tadris IPA semester 2 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap webinar tersebut dapat menjadi sarana pengembangan wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan Program Studi Tadris IPA.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Zulfi Zumala Dwi Andriani, S.S., M.A. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibingkai dengan nilai-nilai keislaman. “Perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan sains, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan etika yang kuat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diajak memahami bahwa sains dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam upaya memahami kebesaran Allah SWT melalui fenomena alam,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris IPA, Aminatur Rosyidah, M.Pd, menyampaikan bahwa kajian genetika merupakan salah satu materi yang sangat relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. “Genetika menjadi bidang ilmu yang berkembang sangat pesat dan memiliki dampak luas terhadap kehidupan manusia. Kami berharap mahasiswa Tadris IPA mampu memahami konsep-konsep genetika secara mendalam sekaligus mengintegrasikannya dengan perspektif keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan di UIMSYA,” tuturnya.

Beliau juga mengapresiasi inisiatif HMPS Tadris IPA yang secara konsisten menghadirkan kegiatan akademik berkualitas sebagai ruang pengembangan kompetensi mahasiswa.

Memasuki sesi inti pada pukul 09.30 WIB, Erna Wijayanti, M.Pd., menyampaikan materi secara sistematis dan mendalam mengenai perkembangan genetika modern yang dikaitkan dengan perspektif keislaman. Materi yang disampaikan meliputi Central Dogma, Epigenetik, Studi Kasus, serta sesi Refleksi sebagai penutup.

Pada pembahasan Central Dogma, Bu Erna menjelaskan konsep fundamental dalam genetika yang menggambarkan alur informasi genetik dari DNA menuju RNA dan kemudian diterjemahkan menjadi protein. Menurutnya, pemahaman terhadap mekanisme tersebut menjadi dasar untuk memahami bagaimana sifat-sifat biologis diwariskan dan diekspresikan dalam setiap makhluk hidup.

Beliau menguraikan bahwa perkembangan ilmu genetika modern telah memungkinkan para ilmuwan memahami berbagai mekanisme molekuler yang terjadi di dalam sel secara lebih rinci. Pemahaman ini menjadi fondasi bagi berbagai inovasi dalam bidang kesehatan, pertanian, dan bioteknologi.

Selanjutnya, Bu Erna membahas topik Epigenetik, yaitu cabang ilmu yang mempelajari perubahan ekspresi gen yang tidak disebabkan oleh perubahan urutan DNA. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa lingkungan, pola hidup, nutrisi, serta berbagai faktor eksternal lainnya dapat memengaruhi bagaimana gen bekerja.

“Epigenetik menunjukkan bahwa gen bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kehidupan seseorang. Lingkungan dan kebiasaan hidup juga memiliki peran penting dalam memengaruhi ekspresi gen. Temuan-temuan ini membuka perspektif baru tentang hubungan antara faktor biologis dan perilaku manusia,” jelas Bu Erna.

Pembahasan mengenai epigenetik mendapatkan perhatian besar dari peserta karena memberikan pemahaman bahwa perkembangan individu dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor genetik dan lingkungan. Konsep ini juga mendorong mahasiswa untuk melihat pentingnya gaya hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas generasi mendatang.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, narasumber menghadirkan beberapa studi kasus yang berkaitan dengan genetika dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai contoh kasus digunakan untuk menunjukkan bagaimana konsep genetika dapat diaplikasikan dalam memahami penyakit keturunan, variasi karakteristik individu, serta perkembangan teknologi biologi modern.

Melalui studi kasus tersebut, peserta diajak untuk berpikir kritis dalam menganalisis permasalahan ilmiah sekaligus mempertimbangkan aspek etika dan nilai-nilai keislaman dalam pengambilan keputusan. Diskusi yang muncul menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ketertarikan tinggi terhadap penerapan genetika dalam berbagai bidang kehidupan.

Pada bagian akhir materi, Bu Erna mengajak seluruh peserta melakukan refleksi terhadap ilmu genetika yang telah dipelajari. Ia menekankan bahwa semakin dalam manusia memahami kompleksitas sistem kehidupan, semakin besar pula kesadaran akan kebesaran Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.

“Ketika kita mempelajari DNA, regulasi gen, hingga mekanisme epigenetik yang sangat kompleks, kita menemukan betapa luar biasanya desain kehidupan. Ilmu pengetahuan seharusnya tidak menjauhkan manusia dari nilai spiritual, tetapi justru memperkuat rasa syukur dan kekaguman kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Melalui sesi refleksi tersebut, peserta diajak untuk memandang sains sebagai sarana memahami tanda-tanda kebesaran Tuhan sekaligus sebagai instrumen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Integrasi antara sains modern dan nilai-nilai keislaman inilah yang menjadi pesan utama dalam webinar yang diselenggarakan oleh HMPS Tadris IPA FTK UIMSYA.

Sebagai akademisi yang sedang menempuh studi doktoral di Monash University, Australia, Erna juga membagikan pengalaman mengenai perkembangan penelitian genetika di tingkat internasional. Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, literasi ilmiah, serta keterampilan riset agar mampu berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan global.

Menurutnya, mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional apabila terus mengembangkan budaya belajar, berpikir kritis, dan kemampuan penelitian yang kuat.

Sesi diskusi yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan tersebut. Dipandu oleh moderator Ferdiana, M.Pd, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait materi yang telah disampaikan.

Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari perkembangan teknologi rekayasa genetika, isu etika dalam penelitian genetika, hingga integrasi kajian genetika dengan pendidikan Islam. Narasumber menjawab setiap pertanyaan secara mendalam dan komunikatif sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai topik yang dibahas.

Ibu Ferdiana, M.Pd selaku moderator berhasil menjaga dinamika diskusi tetap hidup dan terarah. Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu sains kontemporer yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu mahasiswa Tadris IPA yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari webinar yang diselenggarakan. “Materi yang disampaikan sangat menarik karena tidak hanya menjelaskan genetika dari sisi ilmiah, tetapi juga menghubungkannya dengan nilai-nilai keislaman. Kami menjadi lebih memahami bahwa mempelajari sains dapat memperkuat keimanan ketika dilakukan dengan perspektif yang tepat. Selain itu, pengalaman Bu Erna sebagai mahasiswa doktoral di luar negeri juga sangat menginspirasi kami untuk terus melanjutkan studi dan mengembangkan kemampuan akademik,” ujar salah seorang mahasiswa peserta webinar.

Kegiatan ditutup pada pukul 11.00 WIB dengan penyerahan cinderamata secara simbolis kepada narasumber, dilanjutkan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. Meski dilaksanakan secara daring, kegiatan berlangsung lancar, interaktif, dan memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi seluruh peserta.

Melalui webinar ini, HMPS Tadris IPA FTK UIMSYA kembali menunjukkan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang aktif dalam mengembangkan budaya ilmiah di lingkungan kampus. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai genetika dasar, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa ilmu pengetahuan modern dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah penguatan kompetensi akademik, pengembangan literasi sains, serta pembentukan generasi ilmuwan muslim yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *