
BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung (UIMSYA) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Magang/ Asistensi Mengajar/Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa di 43 lembaga pendidikan dan sekolah yang tersebar di wilayah Banyuwangi pada Rabu – Senin, 14–19 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran dekanat dan ketua program studi (kaprodi) sebagai bentuk komitmen fakultas dalam mengawal kualitas pelaksanaan praktik kependidikan mahasiswa di lapangan.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian penting dari upaya FTK UIMSYA untuk memastikan pelaksanaan PPL berjalan sesuai dengan tujuan akademik dan standar kompetensi calon pendidik. Melalui kegiatan ini, fakultas tidak hanya memantau keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas pembelajaran, tetapi juga mengevaluasi proses adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan sekolah, kemampuan mengelola kelas, penerapan metode pembelajaran, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas kependidikan.

Keterlibatan seluruh jajaran dekanat dan kaprodi menunjukkan bahwa pelaksanaan PPL menjadi tanggung jawab akademik bersama. Kehadiran pimpinan fakultas dan pengelola program studi secara langsung di lembaga mitra juga menjadi ruang komunikasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai perkembangan mahasiswa selama menjalani praktik lapangan.
Dalam pelaksanaannya, tim monev melakukan pemantauan terhadap berbagai aspek kegiatan PPL, termasuk kedisiplinan, tanggung jawab, kesiapan perangkat pembelajaran, interaksi dengan peserta didik, serta kemampuan mahasiswa membangun komunikasi dan bekerja sama dengan guru maupun tenaga kependidikan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi mahasiswa sekaligus menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan PPL pada masa mendatang.

Dekan FTK UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian integral dari proses penyiapan calon pendidik yang kompeten, profesional, dan berintegritas. “PPL bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, melainkan proses pembelajaran nyata untuk membangun kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai calon pendidik. Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman yang bermakna sekaligus mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan monev juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara FTK UIMSYA dan lembaga pendidikan mitra. Menurut Dr. Zulfi, keberhasilan pelaksanaan PPL tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak, terutama kepala sekolah, guru pamong, serta seluruh unsur sekolah yang memberikan pendampingan kepada mahasiswa. Guru pamong sebagai pendamping mahasiswa di sekolah memiliki peran strategis dalam memberikan arahan, bimbingan, dan evaluasi selama proses praktik berlangsung. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika pembelajaran secara langsung, mengembangkan keterampilan mengajar, serta membangun sikap profesional dalam menghadapi beragam karakteristik peserta didik.

Salah seorang guru pamong dari sekolah mitra menyampaikan bahwa kegiatan PPL memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara lebih dekat realitas dunia pendidikan. Mahasiswa tidak hanya belajar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berlatih menyusun perencanaan pembelajaran, mengelola kelas, menjalin komunikasi dengan peserta didik, serta memahami tanggung jawab seorang guru di lingkungan sekolah. Program PPL menjadi ruang belajar yang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik pembelajaran di sekolah.
Melalui bimbingan dan evaluasi secara berkelanjutan, mahasiswa dapat mengenali kelebihan serta aspek yang masih perlu dikembangkan. Masukan dari guru pamong menjadi salah satu komponen penting dalam proses evaluasi. Pengalaman dan pengamatan guru selama mendampingi mahasiswa memberikan perspektif langsung mengenai kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan tugas, merespons situasi pembelajaran, serta menyesuaikan diri dengan budaya kerja di lingkungan pendidikan.
Bagi mahasiswa, monev menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan mengembangkan kemampuan berdasarkan masukan yang diperoleh selama praktik. Evaluasi yang konstruktif diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kompetensi, serta membangun sikap profesional yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja.

Selain mengevaluasi capaian mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi tantangan yang muncul selama pelaksanaan PPL. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi dasar bagi fakultas dan program studi dalam merumuskan langkah tindak lanjut, baik melalui penguatan pembekalan sebelum penerjunan, peningkatan koordinasi dengan guru pamong, maupun penyempurnaan sistem pendampingan dan penilaian mahasiswa.
Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat hubungan kemitraan antara FTK UIMSYA dan lembaga pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan unsur penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Komunikasi yang terjalin melalui kegiatan monev diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program PPL yang semakin terarah, berkualitas, dan berkelanjutan.

Selain melaksanakan monitoring dan evaluasi mahasiswa PPL, kunjungan jajaran dekanat dan ketua program studi FTK UIMSYA ke lembaga dan sekolah mitra juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkret dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan antara FTK UIMSYA dan lembaga pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta pelaksanaan program akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, FTK UIMSYA dan lembaga mitra diharapkan dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan, baik dalam pelaksanaan PPL, pendampingan mahasiswa, pertukaran pengalaman dan praktik baik pendidikan, maupun kegiatan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi ini sekaligus mempertegas komitmen FTK UIMSYA untuk membangun hubungan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan praktik lapangan mahasiswa, tetapi juga pada penguatan kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pengembangan lembaga pendidikan. Dengan demikian, kegiatan monev memiliki nilai strategis ganda, yakni memastikan kualitas pelaksanaan PPL sekaligus memperluas kemitraan institusional yang berkelanjutan.

Hasil monitoring dan evaluasi selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan fakultas dalam menyempurnakan perencanaan, pelaksanaan, dan pendampingan PPL pada periode mendatang. Berbagai praktik baik yang ditemukan di lembaga mitra dapat dijadikan referensi pengembangan program, sedangkan kendala yang teridentifikasi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara fakultas, program studi, mahasiswa, dan pihak lembaga.
Melalui monev di 43 lembaga dan sekolah se-Banyuwangi, FTK UIMSYA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan PPL, tetapi juga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, integritas, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan. Dengan sinergi yang kuat antara kampus dan lembaga mitra, PPL diharapkan menjadi pengalaman transformatif yang membekali mahasiswa FTK UIMSYA dengan pemahaman nyata mengenai dunia pendidikan sekaligus memperkuat fondasi profesionalisme mereka di masa depan.
