
Banyuwangi – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas akademik dan jejaring kelembagaan melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Perspektif Sosiolinguistik dan Lanskap Linguistik. Kegiatan ini merupakan wujud tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah disepakati saat kunjungan akademik ke UIN Madura pada 11 Februari lalu.
Kuliah tamu yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan menghadirkan narasumber dari UIN Madura, yakni Bapak Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto, M.Pd. Kegiatan ini diwajibkan bagi mahasiswa semester VI TBIN UIMSYA serta turut dihadiri sejumlah dosen di lingkungan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.
Acara dibuka secara langsung oleh Kaprodi TBIN FTK UIMSYA sekaligus pengampu mata kuliah Analisis Kesalahan Berbahasa, Bapak Ali Manshur, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kuliah tamu ini menjadi salah satu langkah konkret implementasi kerja sama antarlembaga yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui kegiatan akademik yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut kerja sama antara TBIN FTK UIMSYA dengan UIN Madura. Kami berharap sinergi akademik seperti ini terus berkembang sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, aktual, dan kontekstual sesuai perkembangan kajian bahasa dan pendidikan,” ujar Ali Manshur, M.Pd.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa penguatan kolaborasi akademik menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, keterlibatan akademisi dari berbagai perguruan tinggi mampu memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan prodi.

Dalam pemaparannya, Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto, M.Pd. mengulas secara mendalam mengenai analisis kesalahan berbahasa yang dikaitkan dengan kajian sosiolinguistik, khususnya pada fenomena lanskap linguistik. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas teori dasar kesalahan berbahasa, tetapi juga menyoroti bagaimana bahasa digunakan dalam ruang publik melalui papan nama, baliho, spanduk, hingga media informasi lainnya.
Salah satu paparan yang disampaikan yakni tentang kesalahan berbahasa di ruang publik. “Coba sesekali, teman-teman mahasiswa TBIN UIMSYA identifikasi penggunaan bahasa di ruang publik. Khususnya di Banyuwangi, tentu banyak hal yang bisa dijadikan objek kajian atau sumber penelitian ke depannya.” Ujar dosen sekaligus kaprodi TBIN UIN Madura.
Menurut Agus Purnomo, lanskap linguistik menjadi salah satu kajian penting dalam sosiolinguistik karena mampu merepresentasikan identitas sosial, budaya, hingga ideologi masyarakat melalui penggunaan bahasa di ruang publik.
“Kesalahan berbahasa di ruang publik bukan hanya persoalan teknis kebahasaan, tetapi juga berkaitan dengan citra institusi, kesadaran literasi masyarakat, serta identitas sosial suatu komunitas. Oleh karena itu, analisis terhadap lanskap linguistik menjadi penting untuk melihat bagaimana bahasa digunakan dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa mahasiswa bahasa Indonesia memiliki tanggung jawab akademik dan moral dalam menjaga kualitas penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah masyarakat. Dalam era digital dan keterbukaan informasi saat ini, keberadaan bahasa di ruang publik menjadi semakin mudah diamati dan dianalisis sebagai objek penelitian ilmiah.

Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi tampak aktif dan interaktif. Mahasiswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab terkait berbagai fenomena kebahasaan yang mereka temui di lingkungan sekitar. Beberapa mahasiswa bahkan mengaitkan materi dengan kondisi penggunaan bahasa pada papan nama usaha dan media promosi di daerah masing-masing.
Salah satu peserta kuliah tamu, Diyah Ayu, mahasiswa semester VI TBIN FTK UIMSYA, mengaku mendapatkan wawasan baru dari materi yang disampaikan. Menurutnya, kajian lanskap linguistik membuka perspektif baru mengenai pentingnya bahasa dalam kehidupan sosial masyarakat. “Kuliah tamu ini sangat menarik karena kami diajak melihat bahasa dari sudut pandang yang berbeda. Selama ini kami sering menemukan kesalahan bahasa di ruang publik, tetapi belum memahami bahwa hal tersebut dapat dianalisis secara ilmiah dalam kajian sosiolinguistik,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan peserta lainnya yang menilai bahwa materi kuliah tamu sangat relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa semester akhir, terutama dalam menunjang penelitian dan penulisan tugas akhir. Selain memperluas wawasan teoritis, kegiatan tersebut juga memberikan gambaran praktis mengenai objek penelitian kebahasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu bentuk penguatan budaya akademik di lingkungan TBIN FTK UIMSYA. Melalui forum ilmiah semacam ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari dosen internal, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar langsung dari akademisi luar kampus yang memiliki kompetensi pada bidang tertentu.
Selain itu, pelaksanaan kuliah tamu secara daring melalui Zoom Meeting memungkinkan kegiatan diikuti secara efektif dan fleksibel oleh seluruh peserta. Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan akademik dinilai mampu memperluas akses pembelajaran dan memperkuat kolaborasi antarkampus tanpa terbatas oleh jarak geografis.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, TBIN FTK UIMSYA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkualitas serta memperluas jejaring kerja sama akademik. Ke depan, kolaborasi antara TBIN FTK UIMSYA dan UIN Madura diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program lain seperti seminar nasional, penelitian bersama, pertukaran akademik, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kuliah tamu ini sekaligus menjadi bukti bahwa implementasi kerja sama perguruan tinggi tidak hanya bersifat administratif, melainkan mampu diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, pengembangan wawasan mahasiswa, dan penguatan atmosfer akademik di lingkungan kampus.
“Semoga ini bukan kegiatan terakhir, semoga ke depan kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang perkembangan pendidikan akademik bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan.” Ujar Pak Manshur selaku Kaprodi TBIN FTK UIMSYA. Acara diakhiri dengan pembacaan simpulan atas materi dan hasil diskusi oleh moderator kegiatan.

