
Banyuwangi – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas KH. Mukhtar Syafaat kembali menyelenggarakan ujian tugas akhir skripsi gelombang pertama Tahun Akademik 2026 yang berlangsung di Kampus 2 UIMSYA pada Sabtu sampai Rabu, 16 – 20 Mei 2026. Kegiatan akademik tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan suasana yang tertib, kondusif, dan penuh semangat ilmiah dari seluruh civitas akademika.
Pelaksanaan ujian tugas akhir ini menjadi salah satu agenda penting dalam proses akademik mahasiswa tingkat akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas penelitian yang telah mereka lakukan selama masa studi. Selain menjadi syarat akhir untuk memperoleh gelar sarjana, ujian skripsi juga menjadi ruang evaluasi kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, menyusun argumentasi ilmiah, serta memberikan kontribusi akademik terhadap dunia pendidikan.
Pada gelombang pertama ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mencatat jumlah peserta ujian sebanyak 40 mahasiswa yang berasal dari lima program studi. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menjadi peserta terbanyak dengan 17 mahasiswa, disusul Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBIG) sebanyak 3 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 7 mahasiswa, Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) 10 mahasiswa, dan Tadris Matematika (TMTK) 3 mahasiswa

Seluruh peserta mengikuti ujian di ruang-ruang sidang yang telah disiapkan panitia di lingkungan Kampus 2 UIMSYA. Masing-masing program studi menghadirkan tiga dosen penguji yang bertugas memberikan penilaian terhadap kualitas penelitian, kedalaman analisis, metodologi penelitian, hingga kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian tugas akhir bukan hanya sekadar tahapan administratif akademik, melainkan juga momentum penting untuk membentuk karakter intelektual mahasiswa yang siap terjun di tengah masyarakat. “Ujian skripsi merupakan bentuk nyata dari proses panjang pembelajaran mahasiswa selama menempuh pendidikan di bangku kuliah. Kami berharap seluruh mahasiswa mampu menunjukkan kualitas akademik, integritas ilmiah, serta kesiapan mereka menjadi sarjana yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan budaya riset, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan peningkatan kualitas dosen pembimbing maupun penguji.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Bapak Muhammad Husain, M.Pd menyampaikan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa yang mengikuti ujian tugas akhir gelombang pertama tahun ini. Menurutnya, mahasiswa MPI telah menunjukkan kesiapan akademik yang cukup baik melalui berbagai penelitian yang relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan saat ini. “Kami melihat antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Tema-tema penelitian yang diangkat juga cukup beragam dan aktual, khususnya yang berkaitan dengan manajemen lembaga pendidikan, kepemimpinan, serta pengembangan mutu pendidikan Islam. Ini menjadi indikator bahwa mahasiswa mulai mampu membaca kebutuhan dan tantangan pendidikan di era modern,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Bapak Abdul Basith, M.Pd. Ia menilai bahwa ujian tugas akhir menjadi sarana penting untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dan praktik pembelajaran bahasa Arab. “Mahasiswa PBA tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik, terutama dalam penelitian pembelajaran bahasa Arab berbasis media dan teknologi. Kami berharap hasil penelitian mereka nantinya tidak berhenti sebagai karya ilmiah saja, tetapi dapat diterapkan dalam dunia pendidikan secara nyata,” ungkapnya.

Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBIG) semakin adaptif terhadap perkembangan pendidikan global dan teknologi pembelajaran bahasa. Penelitian mahasiswa saat ini banyak mengangkat inovasi pembelajaran bahasa Inggris, penggunaan media digital, hingga strategi pembelajaran komunikatif. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepedulian terhadap kualitas pendidikan yang terus berkembang
Di sisi lain, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) menekankan pentingnya kemampuan literasi dan penelitian ilmiah bagi calon pendidik bahasa Indonesia. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori kebahasaan dan sastra, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan literasi yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan budaya literasi.
Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika (TMTK) tahun ini banyak berfokus pada inovasi pembelajaran matematika yang kreatif dan aplikatif. “Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan penelitian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga mampu memudahkan peserta didik dalam memahami konsep matematika secara lebih menyenangkan dan efektif,” ujar Kaprodi Tadris Matematika

Selain para pimpinan fakultas dan program studi, kesan positif juga datang dari mahasiswa peserta ujian. Salah satu mahasiswa Program Studi MPI mengaku bersyukur dapat menyelesaikan tahapan penting dalam perjalanan akademiknya. “Persiapan ujian skripsi tentu membutuhkan usaha dan perjuangan yang panjang. Namun kami merasa senang karena dosen pembimbing dan penguji memberikan banyak arahan yang membangun sehingga proses ujian terasa lebih bermakna,” ungkapnya.
Mahasiswa lainnya dari Program Studi TBIG juga menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti ujian tugas akhir menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan akademik. “Ujian ini bukan hanya tentang mempertahankan penelitian, tetapi juga melatih mental, kemampuan berbicara, dan cara berpikir kritis. Kami merasa pengalaman ini akan sangat berguna di dunia kerja maupun pendidikan nantinya,” katanya.

Pelaksanaan ujian tugas akhir gelombang pertama FTK UIMSYA berlangsung dengan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 12.00 WIB. Panitia, dosen, dan seluruh civitas akademika turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan sehingga proses sidang berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, profesional dalam bidangnya, serta memiliki integritas moral dan intelektual. Ujian tugas akhir tidak hanya menjadi akhir dari proses perkuliahan, tetapi juga awal bagi mahasiswa untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat dan dunia pendidikan yang terus berkembang.
