Banyuwangi — Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi (UIMSYA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat atmosfer akademik yang berorientasi global melalui kegiatan Visiting Campus bersama dua tamu internasional asal Eropa, yakni Martina Mannhart dari Swiss dan Petra Forreth dari Austria. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Guide and Tourism bagi mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBIG), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK)

Kegiatan ini dirancang sebagai sarana praktik langsung kemampuan berbicara (speaking practice) mahasiswa dalam konteks komunikasi internasional dan pariwisata edukatif. Kehadiran tamu asing memberikan pengalaman autentik bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi bahasa Inggris secara aktif, komunikatif, dan kontekstual.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penyambutan tamu di Gedung Kampus 1 UIMSYA. Suasana hangat dan penuh antusias tampak sejak awal kegiatan, di mana para mahasiswa dan dosen menyambut kedatangan Martina Mannhart dan Petra Forreth dengan penuh keramahan khas pesantren dan budaya Banyuwangi. Momen penyambutan ini menjadi simbol keterbukaan UIMSYA terhadap jejaring internasional dan penguatan wawasan global di lingkungan akademik.

Setelah sesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan Pondok Pesantren Blokagung pada pukul 09.10 hingga 09.30 WIB. Dalam sesi ini, para tamu diajak mengenal lebih dekat kehidupan pesantren, budaya akademik religius, serta sistem pendidikan yang diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung yang menjadi bagian integral dari perkembangan UIMSYA.

Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris berperan aktif sebagai tour guide selama sesi berlangsung. Dengan menggunakan bahasa Inggris, mereka menjelaskan berbagai fasilitas, aktivitas santri, hingga sejarah singkat pesantren kepada para tamu. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara mahasiswa, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi dengan penutur asing secara langsung.

Martina Mannhart mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana pesantren yang dinilai memiliki karakter pendidikan yang kuat dan harmonis. Ia menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai kehidupan pendidikan Islam di Indonesia yang sarat nilai toleransi, kedisiplinan, dan kebersamaan. Sementara itu, Petra Forreth menilai lingkungan pesantren dan kampus UIMSYA memiliki nuansa yang nyaman serta menunjukkan semangat belajar yang tinggi dari para mahasiswa.

Memasuki agenda berikutnya, kegiatan podcast dilaksanakan pada pukul 09.45 hingga 10.15 WIB. Podcast tersebut menjadi ruang interaktif antara mahasiswa dan para tamu internasional untuk berbincang mengenai budaya, pendidikan, pengalaman perjalanan, hingga pandangan tentang pembelajaran bahasa Inggris di era globalisasi. Diskusi berlangsung santai namun tetap edukatif, sehingga mampu menciptakan suasana akademik yang dinamis dan komunikatif.

Dalam sesi podcast, mahasiswa berkesempatan mengajukan berbagai pertanyaan secara langsung menggunakan bahasa Inggris. Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena mereka dapat mempraktikkan kemampuan speaking, listening, serta cross-cultural communication dalam situasi nyata. Selain itu, para tamu juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar terus meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Setelah podcast selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gedung Kampus 2 pada pukul 10.15 hingga 10.30 WIB. Di lokasi tersebut, mahasiswa kembali memandu para tamu untuk mengenalkan lingkungan kampus, fasilitas pembelajaran, serta aktivitas akademik mahasiswa UIMSYA.

Pada sesi pengenalan lingkungan Kampus 2 yang berlangsung pukul 10.30 hingga 10.45 WIB, mahasiswa menjelaskan berbagai fasilitas yang dimiliki kampus, mulai dari ruang kelas, area diskusi mahasiswa, hingga fasilitas pendukung kegiatan akademik lainnya. Seluruh penjelasan dilakukan menggunakan bahasa Inggris sebagai bagian dari implementasi praktik mata kuliah Guide and Tourism.

Puncak kegiatan berlangsung pada sesi Speaking Practice in Campus yang dilaksanakan di area kantin kampus mulai pukul 10.45 hingga 11.45 WIB. Dalam sesi ini, mahasiswa melakukan praktik percakapan secara langsung bersama Martina Mannhart dan Petra Forreth dengan berbagai tema diskusi ringan, seperti budaya, pendidikan, kuliner, kebiasaan masyarakat, hingga pengalaman pribadi.

Suasana praktik berbicara berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para mahasiswa tampak aktif berdialog dan berusaha membangun komunikasi yang natural dengan para tamu. Tidak sedikit mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan penutur asing.

Salah satu mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya dan teman-temannya. Menurutnya, praktik berbicara secara langsung dengan tamu internasional menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. “Kami merasa sangat senang dan antusias karena dapat berbicara langsung dengan tamu dari luar negeri. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di situasi nyata, bukan hanya di dalam kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Ahmad Faruk, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Campus merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan oleh Prodi TBIG. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman komunikasi internasional secara langsung agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan global. “Mata kuliah Guide and Tourism tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik komunikasi nyata. Kehadiran tamu internasional menjadi media pembelajaran yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan speaking, public communication, dan cross-cultural understanding mahasiswa,” jelasnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan atmosfer akademik internasional di lingkungan UIMSYA.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan akademik yang melibatkan tamu internasional menjadi langkah positif dalam mendorong kualitas lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. “Kami sangat mendukung kegiatan berbasis internasional seperti ini karena memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan wawasan global. Ini merupakan bagian dari upaya FTK UIMSYA untuk menciptakan lulusan yang kompetitif, profesional, dan memiliki kemampuan adaptasi lintas budaya,” tuturnya.

Acara kemudian ditutup pada pukul 11.45 hingga 12.00 WIB dengan sesi penutupan dan dokumentasi bersama. Dalam suasana penuh kehangatan, para tamu menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari civitas akademika UIMSYA serta semangat belajar mahasiswa Tadris Bahasa Inggris yang dinilai sangat baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan kemampuan komunikasi internasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa UIMSYA terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan global di era modern.

Kehadiran Martina Mannhart dan Petra Forreth di lingkungan UIMSYA tidak hanya menjadi kunjungan biasa, melainkan juga momentum penting dalam membangun jejaring internasional, memperluas wawasan budaya, dan memperkuat kualitas pendidikan berbasis pengalaman nyata bagi mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *