Banyuwangi – Ahad, 17 Mei 2026, Kampus 2 UIMSYA menjadi ruang interaksi internasional yang penuh semangat dan antusiasme melalui kegiatan visiting serta praktik speaking bersama enam turis mancanegara dari Eropa. Kegiatan yang dipusatkan di kantin Kampus 2 UIMSYA tersebut menghadirkan pengalaman pembelajaran bahasa Inggris secara langsung bagi peserta Kursus Bahasa Inggris EMADA (English Member Academic of Darussalam) kelas 12 tingkat SLTA dan mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBIG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK).

Enam turis yang hadir berasal dari berbagai negara di Eropa, yaitu Emily B dari England, Emily E dari Germany, Femke dari Nederland, Nynke dari Nederland, Luisa dari Germany, dan Solene dari France. Kehadiran mereka menjadi momentum penting dalam penguatan kompetensi komunikasi internasional sekaligus pengembangan wawasan global bagi civitas akademika UIMSYA.

Kegiatan berlangsung secara terstruktur dan komunikatif dengan rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Pada sesi awal, panitia melaksanakan committee briefing dan persiapan keberangkatan peserta. Selanjutnya, peserta Kursus Bahasa Inggris EMADA mendapatkan pengarahan khusus terkait teknis kegiatan speaking dan etika komunikasi lintas budaya.

Pada pukul 08.15 WIB, peserta diajak untuk mengikuti pengenalan lingkungan kampus sebagai bagian dari penguatan rasa percaya diri dalam memperkenalkan institusi pendidikan kepada tamu internasional. Suasana semakin menarik ketika para turis tiba pada pukul 09.00 WIB dan disambut secara hangat oleh mahasiswa TBIG FTK serta peserta EMADA.

Dalam sesi welcoming and introduction, para peserta memperkenalkan Kampus 2 UIMSYA serta lingkungan pesantren kepada para tamu asing menggunakan bahasa Inggris. Interaksi berlangsung aktif, santai, dan penuh antusias. Para turis tampak tertarik dengan suasana akademik dan budaya islami yang berkembang di lingkungan kampus.

Agenda utama kegiatan berlangsung pada sesi “Speaking Practice Conversation” mulai pukul 09.20 hingga 10.45 WIB. Dalam sesi ini, mahasiswa TBIG FTK dan peserta EMADA dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk berdialog langsung dengan para turis asing. Berbagai topik dibahas secara interaktif, mulai dari pendidikan, budaya, makanan khas daerah, pengalaman perjalanan, sistem pembelajaran, hingga kehidupan sosial di masing-masing negara.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar autentik yang jarang diperoleh di dalam kelas formal. Para peserta tidak hanya melatih kemampuan grammar dan pronunciation, tetapi juga meningkatkan keberanian berbicara, kemampuan listening, serta pemahaman budaya internasional.

Melalui kegiatan ini, Kaprodi Tadris Bahasa Inggris FTK, Bapak Ahmad Faruk, M.Pd menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang aplikatif, komunikatif, dan berbasis pengalaman nyata. Pak Faruk dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan praktik langsung bersama penutur asing merupakan salah satu metode efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa maupun peserta kursus.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun keberanian berbicara dalam bahasa Inggris. Selama ini banyak peserta yang memahami teori, tetapi masih kurang percaya diri ketika harus berbicara secara langsung dengan penutur internasional. Dengan adanya interaksi nyata seperti ini, mereka dapat belajar secara alami dan lebih percaya diri,” ungkapnya

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan internasional berbasis praktik akan terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan mutu akademik dan internasionalisasi kampus. Menurutnya, mahasiswa harus dibiasakan menghadapi komunikasi global sejak dini agar mampu bersaing di era internasional.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan suasana pembelajaran inovatif dan inspiratif. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui interaksi sosial dan komunikasi lintas budaya. Kami berharap mahasiswa TBIG dan peserta EMADA semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka,” ujarnya

Beliau juga menilai bahwa kehadiran turis mancanegara di lingkungan kampus memberikan dampak positif terhadap penguatan atmosfer akademik internasional di UIMSYA. Selain melatih kemampuan bahasa, mahasiswa juga belajar memahami karakter, budaya, dan perspektif global secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa TBIG FTK aktif mengajukan pertanyaan dan membangun percakapan yang komunikatif bersama para turis asing. Salah satu mahasiswa TBIG mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. “Biasanya kami hanya praktik speaking bersama teman di kelas. Hari ini kami bisa berbicara langsung dengan turis dari beberapa negara Eropa. Awalnya merasa gugup, tetapi lama-kelamaan menjadi lebih nyaman dan percaya diri,” ungkapnya

Hal serupa juga dirasakan oleh peserta Kursus Bahasa Inggris EMADA kelas 12 tingkat SLTA. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama berbicara langsung dengan warga negara asing menggunakan bahasa Inggris. “Saya merasa sangat senang dan termotivasi. Ternyata berbicara bahasa Inggris secara langsung itu menyenangkan. Saya jadi lebih percaya diri untuk belajar dan berbicara menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, salah satu turis asal Prancis, Solene, mengaku terkesan dengan keramahan mahasiswa dan peserta kursus di UIMSYA. Menurutnya, suasana kegiatan berlangsung hangat dan komunikatif meskipun sebagian peserta masih dalam tahap belajar. “Everyone was very friendly and enthusiastic. I was happy to share stories and communicate with the students. They were brave to speak English and very respectful,” ujar Solene.

Selain menjadi sarana praktik speaking, kegiatan ini juga menjadi media pertukaran budaya antara peserta lokal dan tamu internasional. Para turis memperkenalkan budaya dan kebiasaan negara masing-masing, sementara mahasiswa dan peserta EMADA juga memperkenalkan budaya lokal, lingkungan pesantren, serta kehidupan akademik di UIMSYA. Interaksi lintas budaya tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang hidup dan menyenangkan. Banyak peserta terlihat semakin percaya diri untuk menyampaikan pendapat, bertanya, dan merespons percakapan menggunakan bahasa Inggris secara spontan.

Kegiatan kemudian ditutup pada pukul 10.45 WIB melalui closing session dan dokumentasi bersama. Seluruh peserta, panitia, mahasiswa, serta para turis mancanegara berfoto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas kegiatan internasional yang berlangsung hangat dan penuh makna tersebut.

Melalui kegiatan visiting dan speaking practice ini, UIMSYA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global. Kehadiran turis mancanegara tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dan peserta kursus, tetapi juga menjadi simbol terbukanya ruang kolaborasi internasional di lingkungan kampus.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kompetensi bahasa Inggris, memperluas wawasan internasional, serta memperkuat karakter komunikatif mahasiswa dan peserta didik di era globalisasi. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran aktif, UIMSYA terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *