BANYUWANGI – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi resmi menuntaskan kegiatan Magang/Asistensi Mengajar atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa yang berlangsung selama satu bulan penuh di 43 lembaga pendidikan formal/ sekolah maupun lembaga pendidikan non-formal yang tersebar di wilayah Banyuwangi. Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 27–28 Oktober 2026, dengan melibatkan mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kepala sekolah, serta guru pamong di masing-masing lokasi penempatan.

Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan calon pendidik yang profesional dan kompeten. Selama menjalani program Magang/Asistensi Mengajar/PPL, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan teori pembelajaran yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga berinteraksi langsung dengan dinamika pendidikan di berbagai lingkungan, baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar mengembangkan keterampilan mengajar, menyusun perangkat pembelajaran, memahami karakteristik peserta didik, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan edukatif dan kelembagaan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing tempat penugasan. Dengan demikian, program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, serta memahami bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui berbagai lembaga pembelajaran di tengah masyarakat.

Selama satu bulan pelaksanaan PPL, berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal yang menjadi mitra FTK UIMSYA berperan sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas pendidikan di masing-masing lembaga, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memahami karakteristik peserta didik, menerapkan metode pembelajaran, serta menyesuaikan pendekatan edukatif dengan kebutuhan dan lingkungan belajar. Pendampingan dari kepala sekolah, guru pamong, pimpinan lembaga, tutor, serta tenaga kependidikan turut memperkaya wawasan dan keterampilan mahasiswa yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran teoretis di ruang perkuliahan.

Kehadiran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam prosesi penutupan juga menjadi bagian dari tanggung jawab akademik fakultas untuk memastikan bahwa program berjalan dengan baik hingga tahap akhir. Selain melakukan pendampingan selama pelaksanaan kegiatan, DPL turut menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur lembaga yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PPL.

Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Muh. Hasan Asnawi, M.Pd menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di sekolah merupakan bagian penting dari pembentukan kesiapan mereka sebagai calon pendidik. “PPL bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan proses pembelajaran profesional yang mempertemukan teori dengan realitas di lapangan. Mahasiswa belajar memahami karakter peserta didik, membangun komunikasi yang baik, mengelola pembelajaran, serta menumbuhkan tanggung jawab sebagai calon guru. Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan guru pamong yang telah memberikan ruang belajar, arahan, dan pendampingan selama satu bulan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan program praktik lapangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga oleh kesediaan mereka untuk terus belajar, menerima masukan, beradaptasi, dan menjaga etika selama berada di lingkungan pendidikan. Dari perspektif sekolah, pelaksanaan PPL memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung budaya kerja dan tanggung jawab seorang pendidik. Interaksi antara mahasiswa, guru pamong, dan peserta didik juga menghadirkan pengalaman kolaboratif yang dapat memperkaya proses pembelajaran di sekolah.

Kepala sekolah salah satu lembaga mitra menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa FTK UIMSYA selama menjalankan tugas praktik. Sekolah  menyambut baik pelaksanaan PPL mahasiswa FTK UIMSYA karena kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan sekolah. Selama menjalankan praktik, mahasiswa mampu menjaga kedisiplinan, menunjukkan sikap santun, serta mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Sekolah berharap pengalaman selama satu bulan ini menjadi bekal berharga bagi mereka ketika kelak menjalankan profesi sebagai pendidik.

Apresiasi serupa disampaikan oleh guru pamong yang mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, proses praktik lapangan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa tugas seorang guru tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, pengelolaan kelas, dan kemampuan membangun hubungan positif dengan peserta didik.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga mitra, baik institusi pendidikan formal maupun nonformal, yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program Magang/Asistensi Mengajar/PPL selama satu bulan penuh. Menurutnya, keterlibatan berbagai jenis lembaga pendidikan menjadi nilai penting dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pendidikan yang berlangsung di tengah masyarakat.

“Program PPL ini tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar dan mengajar di sekolah formal, tetapi juga memperkenalkan mereka pada dinamika pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter masyarakat. Melalui pengalaman di berbagai lingkungan pendidikan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa proses pendidikan tidak terbatas pada ruang kelas di sekolah, melainkan juga berlangsung melalui berbagai lembaga dan kegiatan pembelajaran di masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bu Zulfi menegaskan bahwa pengalaman praktik di lembaga formal maupun nonformal menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Mahasiswa juga diharapkan mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan lembaga, serta kondisi lingkungan tempat mereka menjalankan praktik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, pimpinan lembaga pendidikan nonformal, guru pamong, tutor, Dosen Pembimbing Lapangan, dan semua pihak yang telah mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan program terdapat kekurangan, baik dalam komunikasi maupun pelaksanaan tugas mahasiswa. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kemitraan FTK UIMSYA dengan berbagai lembaga pendidikan di Banyuwangi,” tambahnya.

Salah satu bagian yang memberikan makna tersendiri dalam penutupan kegiatan adalah penyerahan cinderamata kepada pihak sekolah atau lembaga mitra. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi mahasiswa atas kesempatan, bimbingan, serta dukungan yang telah diberikan selama program berlangsung. Lebih dari sekadar seremonial, momen pamitan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan, kekeliruan dalam berkomunikasi, maupun perilaku yang kurang berkenan. Sikap tersebut mencerminkan pentingnya etika, kerendahan hati, dan penghargaan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

Penutupan kegiatan Magang/Asistensi Mengajar/PPL di 43 lembaga pendidikan formal dan nonformal di Banyuwangi menjadi momentum untuk mengapresiasi sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara FTK UIMSYA, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa, serta seluruh lembaga mitra. Setelah menjalani praktik selama satu bulan, mahasiswa diharapkan mampu membawa pengalaman, nilai-nilai profesionalisme, serta semangat pengabdian yang telah diperoleh sebagai bekal untuk berkontribusi dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara FTK UIMSYA dan berbagai lembaga pendidikan, sehingga kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi calon pendidik serta kemajuan pendidikan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *