
Banyuwangi – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi (UIMSYA) kembali menggelar Safari Ramadhan 1447 H/2026 M sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kompetensi profesional mahasiswa calon pendidik. Kegiatan ini melibatkan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Tadris Bahasa Inggris (TBIG), Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Matematika (TMTK), serta Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA).
Safari Ramadhan tahun ini dilaksanakan di lima sekolah mitra, yakni di SMA PGRI Purwoharjo dan SMK PGRI Pesanggaran pada 25–27 Februari 2026; di SMAN 1 Gambiran pada 04–06 Maret 2026; di SMAN 1 Pesanggaran pada 04–05 Maret 2026; serta di SMAN 1 Bangorejo pada 09–11 Maret 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman melalui penyampaian materi keagamaan yang kontekstual, dialogis, dan edukatif. Adapun materi yang disampaikan meliputi urgensi pembentukan akhlak karimah di kalangan remaja, penguatan literasi Al-Qur’an, fiqh ibadah praktis di bulan Ramadhan, serta etika pergaulan dalam perspektif Islam. Mahasiswa juga mengintegrasikan pendekatan pembelajaran aktif dan partisipatif, sehingga siswa tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses pembelajaran.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh kepala sekolah masing-masing bersama perwakilan dekanat FTK UIMSYA.
Kepala SMA PGRI Purwoharjo, Ibu Yetty Dwi Ariani, S.S. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa FTK UIMSYA. “Kami menyambut baik kegiatan Safari Ramadhan ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pembinaan karakter siswa. Pendekatan komunikatif yang digunakan mahasiswa mampu membangun suasana religius yang hangat dan inspiratif di lingkungan sekolah kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala SMK PGRI Pesanggaran, Bapak Syafrizal, S.Pd . Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun karakter generasi muda. “Kegiatan ini bukan sekadar ceramah keagamaan, melainkan proses edukasi yang terstruktur. Kami melihat mahasiswa mampu menyampaikan materi fiqh ibadah dan akhlak remaja secara sistematis serta mudah dipahami oleh siswa kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bangorejo, H.M. Nursyukroini, M.Pd menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa UIMSYA memberikan atmosfer akademik yang berbeda. “Interaksi antara mahasiswa dan siswa menciptakan ruang diskusi yang produktif. Materi tentang etika digital dalam perspektif Islam, misalnya, sangat kontekstual dengan tantangan era saat ini. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, di SMAN 1 Gambiran, kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah, Bapak Akhmad Darmawan, S.Pd., M.P. Beliau menyampaikan apresiasi atas pendekatan dialogis yang diterapkan mahasiswa. “Diskusi interaktif mengenai literasi Al-Qur’an dan etika digital Islami menjadi ruang refleksi yang bermakna bagi siswa kami,” ungkapnya.
Pelaksanaan di SMAN 1 Pesanggaran dibuka oleh Kepala Sekolah, Ibu Kurnia Dewi, S.Pd., M.Pd. Dalam pernyataannya saat pembukaan, Ibu Kurnia menekankan pentingnya pembinaan spiritual di bulan Ramadhan. “Momentum ini harus menjadi sarana transformasi karakter. Kami mengapresiasi kontribusi mahasiswa FTK UIMSYA dalam mengemas materi keagamaan secara sistematis dan aplikatif.”
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung, Dr, Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.Pd dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wahana strategis pembentukan kompetensi utuh mahasiswa. “Kami menekankan integrasi antara penguasaan materi, metodologi pembelajaran, dan keteladanan akhlak. Mahasiswa harus mampu menjadi role model religius sekaligus akademis,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kolaborasi lintas program studi memperkaya pendekatan penyampaian materi. Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, misalnya, mengemas pesan-pesan moral melalui storytelling dan literasi naratif; mahasiswa PBA memperkuat aspek kebahasaan Al-Qur’an; sementara mahasiswa TMTK dan TIPA menghadirkan refleksi integrasi sains dan agama dalam perspektif tauhid.
Antusiasme siswa tampak jelas selama rangkaian kegiatan berlangsung. Salah satu siswa SMA PGRI Purwoharjo menyampaikan kesannya, “Materi tentang manajemen waktu selama Ramadhan sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih memahami bagaimana menyeimbangkan antara ibadah, belajar, dan aktivitas sehari-hari.”

Siswa dari SMK PGRI Pesanggaran juga mengungkapkan pengalaman positifnya. “Kami merasa lebih termotivasi untuk memperbaiki kualitas shalat dan membaca Al-Qur’an. Penyampaiannya tidak membosankan karena disertai contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan remaja,” ujarnya. Adapun siswa SMAN 1 Bangorejo menilai kegiatan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya akhlak di era digital. “Kami belajar bahwa menjaga etika dalam bermedia sosial juga bagian dari ibadah. Ini membuat kami lebih berhati-hati dan sadar akan tanggung jawab sebagai pelajar,” tuturnya.
Antusiasme siswa tampak dalam setiap sesi. Salah satu siswa SMAN 1 Gambiran menyampaikan, “Kami merasa materi tentang etika digital sangat membuka wawasan. Ternyata menjaga lisan dan tulisan di media sosial juga bagian dari ibadah.” Siswa dari SMAN 1 Pesanggaran mengungkapkan, “Materi manajemen waktu selama Ramadhan membuat kami lebih disiplin dalam mengatur jadwal belajar dan ibadah.”

Secara keseluruhan, Safari Ramadhan 1447 H FTK UIMSYA menjadi refleksi komitmen institusi dalam membangun generasi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual. Sinergi antara mahasiswa, universitas, dan sekolah mitra memperlihatkan bahwa kolaborasi pendidikan berbasis nilai keislaman mampu menghadirkan dampak transformatif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Banyuwangi. Melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, kegiatan ini tidak hanya memperkuat relasi kelembagaan antara perguruan tinggi dan sekolah mitra, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun karakter religius generasi muda.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan di lima lokasi tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA berharap Safari Ramadhan dapat terus menjadi ruang pembelajaran transformatif, yang meneguhkan peran mahasiswa sebagai calon pendidik profesional sekaligus duta nilai-nilai keislaman di tengah dinamika masyarakat modern.
