Malang – Program Studi Tadris Matematika (TMTK) dan Tadris IPA (TIPA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung (UIMSYA) Banyuwangi melaksanakan kegiatan benchmarking dan visiting lecture pada Kamis, 12 Februari 2026, di dua perguruan tinggi ternama di Kota Malang, yakni Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa TMTK dan TIPA angkatan 2022 serta didampingi oleh Kaprodi TMTK, Kaprodi TIPA, perwakilan dekanat FTK, dan dosen dari kedua program studi. Agenda tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan mutu akademik, pengembangan kurikulum, serta perluasan jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Universitas Negeri Malang dan diterima secara langsung oleh Ketua Departemen Matematika sekaligus Koordinator Prodi S1 Pendidikan Matematika, Lathiful Anwar, S.Si., M.Sc., Ph.D., serta Ketua Departemen Pendidikan IPA sekaligus Koordinator Prodi S1 Pendidikan IPA, Habiddin, S.Pd., M.Pd., M.Si., Ph.D., beserta tim dosen dari department matematika dan pendidikan IPA.

Acara pembukaan berlangsung di Gedung B24 Matematika, Ruang 207 (Ruang Rapat), dalam suasana akademik yang hangat dan konstruktif. Dalam sambutannya, Dr. Lathiful Anwar menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam penguatan mutu pendidikan sains dan matematika.

“Benchmarking seperti ini membuka ruang dialog ilmiah yang produktif. Kami meyakini bahwa pengembangan kurikulum, riset, dan pembelajaran inovatif akan semakin optimal ketika dilakukan melalui kolaborasi strategis,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Habiddin menyampaikan bahwa penguatan pendidikan IPA memerlukan integrasi antara riset, inovasi pembelajaran, dan penguatan kompetensi pedagogik mahasiswa.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan program studi, khususnya dalam pengembangan pembelajaran berbasis riset dan laboratorium,” ungkapnya.

Usai pembukaan, mahasiswa UIMSYA didampingi oleh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Pendidikan Matematika FMIPA UM untuk berkeliling dan mengamati secara langsung proses perkuliahan di kelas. Kegiatan observasi ini memberikan gambaran konkret mengenai implementasi strategi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta manajemen kelas di lingkungan kampus negeri tersebut.

Sementara itu, para dosen UIMSYA tetap berada di ruang rapat untuk melaksanakan sesi benchmarking bersama dosen-dosen department matematika dan pendidikan IPA. Diskusi difokuskan pada pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, strategi peningkatan akreditasi, publikasi ilmiah, serta penguatan kolaborasi riset. Agenda ini ditutup dengan penandatanganan MoU dan MoA sebagai bentuk komitmen kerja sama institusional, serta pemberian cinderamata sebagai simbol persahabatan akademik.

Pada pukul 13.00 WIB, rombongan melanjutkan agenda ke Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran rombongan disambut oleh Dekan FITK, Muhammad Walid, M.A., Wakil Dekan I FITK, M Yunus, M.Si., Kaprodi S1 Tadris Matematika, Ulfa Masamah, M.Pd., serta Kaprodi S2 Tadris Matematika, Elly Susanti, M.Sc  di Aula Gedung Micro Teaching FITK

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Walid menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan kompetitif. “Kolaborasi antarkampus bukan hanya soal pertukaran gagasan, tetapi juga penyatuan visi dalam membangun generasi pendidik yang profesional dan berintegritas,” tuturnya.

Wakil Dekan I FITK, Dr. M. Yunus, menambahkan bahwa penguatan tata kelola dan inovasi pembelajaran harus berjalan beriringan dengan pengembangan karakter mahasiswa. “Kita tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga etos keilmuan dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

Setelah pembukaan, dosen UIMSYA diarahkan menuju ruang dekanat FITK untuk melaksanakan sesi benchmarking dan penandatanganan MoU serta MoA. Diskusi menitikberatkan pada penguatan kurikulum integratif, pengembangan penelitian kolaboratif, serta peluang pertukaran dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, mahasiswa UIMSYA tetap berada di ruang pertemuan untuk mengikuti sesi visiting lecture yang disampaikan oleh dosen UIN Maliki. Materi yang disampaikan berfokus pada inovasi pembelajaran matematika dan IPA berbasis integrasi sains dan nilai-nilai keislaman, serta tantangan pendidikan abad ke-21. Mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi hingga kegiatan berakhir pukul 16.00 WIB.

Rangkaian kegiatan di dua perguruan tinggi tersebut menunjukkan komitmen FTK UIMSYA dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui benchmarking dan visiting lecture, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik yang memperluas wawasan, sementara dosen dan pimpinan prodi mendapatkan perspektif strategis dalam pengembangan tata kelola dan kurikulum.

Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi langkah konkret menuju penguatan akreditasi, peningkatan kualitas lulusan, serta pengembangan kolaborasi riset dan publikasi ilmiah. Dengan semangat kolaboratif dan profesionalisme akademik, Tadris Matematika dan Tadris IPA FTK UIMSYA terus berikhtiar mewujudkan program studi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *