
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIMSYA terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan kompetensi profesional mahasiswa melalui serangkaian kegiatan strategis yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam satu rangkaian agenda penguatan tridharma perguruan tinggi, MPI UIMSYA melaksanakan Benchmarking dan Visiting Lecture di Program Studi MPI UIN Sunan Ampel Surabaya serta kegiatan studi manajerial lembaga pendidikan di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi komprehensif dalam memperkuat tata kelola program studi, peningkatan mutu akademik, pengembangan jejaring kelembagaan, serta pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) bagi mahasiswa.
Rombongan MPI UIMSYA dipimpin langsung oleh Kaprodi S1 MPI UIMSYA, Muhammad Husain, M.Pd., bersama Kaprodi S2 MPI UIMSYA, Dr. Moh Harun Al Rosid, M.Pd.I., serta didampingi dosen tim prodi, di antaranya Lutfi Wakhid, M.Pd., dan Ahmad Azkal Azkiya, M.P, beserta mahasiswa MPI angkatan 2022

Kegiatan benchmarking di UIN Sunan Ampel Surabaya difokuskan pada diskusi akademik terkait pengelolaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), strategi peningkatan akreditasi, tata kelola program studi, penguatan penelitian dan publikasi dosen, serta pengembangan kerja sama akademik dan non-akademik.
Forum diskusi berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan produktif. Kedua belah pihak saling berbagi praktik baik (best practices) dalam pengembangan program studi, termasuk optimalisasi sistem penjaminan mutu internal dan digitalisasi layanan akademik. Visiting lecture yang menjadi bagian dari agenda ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan pendidikan yang adaptif terhadap transformasi digital serta penguatan manajemen pendidikan Islam yang responsif terhadap dinamika global.

Kaprodi S1 MPI UIMSYA, Muhammad Husain, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa benchmarking merupakan instrumen reflektif sekaligus akseleratif dalam pengembangan prodi. “Melalui forum ini, kami memperoleh perspektif baru dalam penguatan kurikulum OBE, strategi peningkatan akreditasi, serta tata kelola akademik berbasis mutu. Kami berharap kolaborasi ini berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, publikasi kolaboratif, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Selain agenda akademik di perguruan tinggi, mahasiswa MPI UIMSYA juga melaksanakan studi manajerial di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan analitis, serta kompetensi kepemimpinan mahasiswa melalui observasi langsung terhadap sistem pengelolaan lembaga pendidikan.

Kepala SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik, Bapak Agus Syamsudin, M.A., hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai manajemen berbasis sekolah, strategi kepemimpinan transformasional, pengelolaan sumber daya manusia, serta inovasi program unggulan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman dalam sistem manajerial lembaga pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sekolah tidak hanya ditentukan oleh sistem administratif yang baik, tetapi juga oleh kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada nilai.
Diskusi dipandu secara interaktif oleh Ibu Luluk Ernawati, M.A., yang mengarahkan dialog secara dinamis dan partisipatif. Mahasiswa tampak antusias dalam sesi tanya jawab, khususnya terkait implementasi teori manajemen pendidikan Islam dalam konteks pengelolaan sekolah modern yang menghadapi tantangan era digital dan kompetisi global.

Dalam refleksinya, Kaprodi S1 MPI UIMSYA, Muhammad Husain, M.Pd menegaskan bahwa pengalaman lapangan memiliki peran strategis dalam pembentukan kompetensi mahasiswa. “Kegiatan studi manajerial ini merupakan bagian integral dari penguatan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa. Pengalaman langsung di lapangan akan membentuk pola pikir kritis, kepemimpinan visioner, serta kesiapan dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan lembaga pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa integrasi antara teori dan praktik menjadi fondasi penting dalam mencetak calon manajer dan pemimpin pendidikan Islam yang profesional, inovatif, dan berintegritas.

Rangkaian kegiatan di dua lokasi tersebut menunjukkan pendekatan holistik yang diterapkan MPI UIMSYA dalam pengembangan program studi. Di satu sisi, benchmarking dengan perguruan tinggi mitra memperkuat tata kelola, sistem mutu, dan jejaring akademik. Di sisi lain, studi manajerial di lembaga pendidikan memberikan pengalaman empiris yang memperkaya kompetensi mahasiswa secara langsung.

Melalui sinergi antara penguatan kelembagaan dan pembelajaran kontekstual, MPI UIMSYA menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya mutu, memperluas kolaborasi strategis, serta mencetak lulusan yang adaptif, visioner, dan siap menjadi pemimpin pendidikan Islam di masa depan.
