Blokagung— Program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris “Smart Talk” yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Desa Karangdoro dan Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBIG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung (UIMSYA) resmi ditutup pada Selasa malam (10/02/2026). Kegiatan penutupan dilaksanakan di Gedung TPQ Al-Hikmah Blokagung–Karangdoro pukul 19.00 WIB dan berlangsung dengan penuh antusiasme serta nuansa kebersamaan.

Program “Smart Talk” telah dilaksanakan selama tiga bulan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris anak-anak desa melalui pendekatan komunikatif, kreatif, dan menyenangkan.

Acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari gandrung. Penampilan seni tradisional tersebut menjadi simbol harmonisasi antara budaya lokal dan semangat globalisasi pendidikan bahasa Inggris yang diusung dalam program ini. Suasana semakin semarak dengan hadirnya para peserta bimbingan belajar, orang tua, warga setempat, dan tutor dari Prodi TBIG

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kolaboratif ini. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong program-program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Ahmad Faruk, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Karangdoro, pengurus TPQ Al-Hikmah, para tutor, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif selama program berlangsung. Beliau menegaskan bahwa “Smart Talk” bukan sekadar program pembelajaran bahasa, tetapi juga ruang tumbuh bagi kepercayaan diri, keberanian berbicara, dan pembentukan karakter anak-anak.

“Kami berharap program ini menjadi langkah awal lahirnya generasi desa yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan identitas lokalnya,” ungkapnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Karangdoro yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Sugeng Hariyadi, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak UIMSYA, khususnya Prodi TBIG, atas dedikasi dan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Desa Karangdoro. Pemerintah desa menyambut baik program ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Acara dilanjutkan dengan penampilan nyanyi kolosal yang dibawakan secara kompak oleh para peserta bimbel. Penampilan tersebut menunjukkan kekompakan dan hasil latihan yang intensif selama program berlangsung.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala Yayasan TPQ Al-Hikmah, Bapak Mohammad Toha, S.Pd. Beliau mengungkapkan rasa bangga atas perkembangan kemampuan anak-anak selama mengikuti bimbingan belajar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan akademik, tetapi juga memotivasi anak-anak untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

Puncak acara diisi dengan pentas seni yang sepenuhnya ditampilkan oleh anak-anak peserta bimbel sesuai dengan pembagian kelompok masing-masing. Ragam penampilan yang disajikan meliputi menyanyi lagu berbahasa Inggris, praktik conversation, story telling, hingga fashion show. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas dan keberanian tampil di hadapan publik. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi hasil pembelajaran yang telah diperoleh selama tiga bulan terakhir.

Penampilan story telling dan conversation, misalnya, memperlihatkan peningkatan kemampuan berbicara peserta secara signifikan. Sementara fashion show menghadirkan suasana ceria sekaligus melatih kepercayaan diri anak-anak dalam berekspresi menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Acara pentas seni ditutup dengan menyanyi bersama seluruh peserta, tutor, dan hadirin yang menciptakan suasana haru dan kebersamaan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, doa dipanjatkan bersama untuk keberkahan ilmu yang telah diperoleh serta keberlanjutan sinergi antara kampus dan masyarakat.

Program “Smart Talk” menjadi wujud nyata komitmen UIMSYA dalam membangun kemitraan strategis dengan pemerintah desa guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi program berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif secara luas.

Dengan berakhirnya program ini, harapan besar tertanam agar anak-anak Desa Karangdoro terus mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya dan berani bermimpi lebih tinggi. Sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat desa terbukti mampu menghadirkan perubahan yang konstruktif dan inspiratif bagi generasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *