Blokagung – Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu akademik melalui pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 di kampus 2 UIMSYA. UAS dilaksanakan selama enam hari, mulai Sabtu hingga Kamis, tanggal 10 –15 Januari 2026, setiap hari pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB, dengan tertib, disiplin, dan pengawasan yang ketat.

Pelaksanaan UAS ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dari enam program studi di bawah naungan FTK, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Tadris Bahasa Inggris (TBIG), Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Matematika (TMTK), serta Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA). Seluruh rangkaian ujian berlangsung secara luring di ruang-ruang kelas yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal akademik fakultas.

Selain pengaturan jadwal dan pengawasan yang ketat, bentuk dan metode Ujian Akhir Semester diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing dosen pengampu mata kuliah, sesuai dengan karakteristik mata kuliah dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Kebijakan ini bertujuan memberikan fleksibilitas akademik sekaligus mendorong penilaian yang lebih komprehensif terhadap kompetensi mahasiswa.

Secara umum, pelaksanaan UAS di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA dilakukan dalam beberapa bentuk. Sebagian mata kuliah menerapkan tes tulis, baik berupa soal esai maupun objektif, guna mengukur pemahaman konseptual dan kemampuan analitis mahasiswa. Sementara itu, sejumlah mata kuliah lainnya menggunakan penugasan berbasis proyek (project-based assessment), seperti penyusunan makalah, laporan penelitian sederhana, pengembangan perangkat pembelajaran, maupun produk akademik lain yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing program studi.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA, Dr. Zulfi Zumala Dwi Andriani, M.A, menyampaikan bahwa pelaksanaan UAS merupakan salah satu instrumen penting dalam mengukur capaian pembelajaran mahasiswa selama satu semester. Oleh karena itu, fakultas berupaya memastikan bahwa proses ujian berjalan sesuai dengan standar akademik dan prinsip kejujuran ilmiah.“Ujian Akhir Semester bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi menjadi momentum evaluasi yang sangat penting untuk menilai pemahaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani. Fakultas berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan ujian agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan mahasiswa,” tegas Dr. Zulfi.

Selama pelaksanaan UAS, setiap kelas diawasi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah masing-masing. Kehadiran dosen sebagai pengawas dinilai efektif dalam menciptakan suasana ujian yang kondusif, tertib, dan berintegritas. Selain itu, dosen juga memastikan bahwa pelaksanaan ujian berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh fakultas dan universitas.

Tidak hanya pengawasan di dalam kelas, pihak dekanat FTK juga melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) secara rutin setiap hari. Tim monev yang terdiri dari unsur pimpinan fakultas melakukan pengecekan langsung ke ruang-ruang ujian untuk memastikan kehadiran mahasiswa, kelengkapan atribut yang dikenakan, serta ketersediaan kartu ujian yang wajib dibawa oleh setiap peserta.

Menurut Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FTK, Ibu Nur Hidayati, M.Pd, kegiatan monev ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menjamin kualitas tata kelola akademik.“Monitoring harian kami lakukan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur ujian dipatuhi, mulai dari kehadiran mahasiswa, penggunaan atribut sesuai ketentuan, hingga kepemilikan kartu ujian. Ini penting agar pelaksanaan UAS berjalan adil, tertib, dan akuntabel,” ujarnya.

Para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan FTK turut memberikan apresiasi atas kedisiplinan mahasiswa dan soliditas panitia dalam menyukseskan pelaksanaan UAS. Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menyampaikan bahwa mahasiswa MPI menunjukkan kesiapan yang baik, baik dari segi administrasi maupun akademik.“Mahasiswa MPI secara umum hadir tepat waktu, membawa kartu ujian, serta mengikuti ujian dengan tertib. Ini menunjukkan adanya kesadaran akademik yang terus meningkat,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi Tadris Bahasa Inggris (TBIG) menekankan pentingnya UAS sebagai bagian dari proses pembentukan karakter akademik mahasiswa.“UAS melatih mahasiswa untuk bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Kami mengapresiasi kerja sama antara dosen pengawas dan mahasiswa yang telah menciptakan suasana ujian yang kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menyampaikan bahwa pelaksanaan UAS berjalan lancar tanpa kendala berarti.“Alhamdulillah, pelaksanaan UAS di Prodi PBA berjalan dengan baik. Mahasiswa mengikuti ujian sesuai jadwal, dan koordinasi antara panitia, dosen, serta pihak fakultas sangat solid,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kaprodi TMTK dan TIPA yang menilai bahwa sistem pengawasan berlapis serta monev harian mampu meminimalisasi potensi pelanggaran dan meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian.

Pelaksanaan UAS Ganjil Tahun Akademik 2025–2026 ini diharapkan dapat menghasilkan evaluasi pembelajaran yang objektif dan berkualitas, sekaligus menjadi pijakan untuk peningkatan mutu akademik di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA ke depan. Dengan sinergi antara pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa, FTK UIMSYA terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *