Blokagung, 19 Agustus 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme dosen melalui kegiatan Workshop Pelatihan Pembuatan RPS OBE dan Publikasi Output Mata Kuliah. Acara yang diselenggarakan pada Selasa, 19 Agustus 2025 di Kampus 2 UIMSYA ini diikuti oleh seluruh dosen FTK yang berjumlah 60 orang.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya. Pertama, Dr. Zeiburhanus Saleh, SS., M.Pd., Kepala Pusat Kurikulum UIN KHAS Jember, yang membawakan tema “Teori dan Praktik Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Outcome Based Education (OBE)”. Kedua, Dr. Imron Fauzi, M.Pd., Ketua DPW Perma Pendis Jawa Timur, yang membahas “Teori dan Praktik Publikasi Bahan Ajar Berbasis Outcome Based Education (OBE)”.

Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FTK UIMSYA, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si.. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan kurikulum berbasis OBE sebagai langkah konkret dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“OBE bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan. Dosen harus mampu merancang RPS yang berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa. Selain itu, publikasi output mata kuliah berbasis OBE menjadi pintu untuk mengembangkan inovasi dan memperluas kontribusi keilmuan. Dengan workshop ini, saya berharap para dosen FTK semakin percaya diri, produktif, dan siap menghadirkan pembelajaran yang bermutu,” ungkapnya.

Sambutan tersebut disambut dengan antusiasme peserta yang terlihat siap mengikuti rangkaian materi secara aktif dan interaktif.

Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Zeiburhanus Saleh. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa Rencana Pembelajaran Semester (RPS) harus disusun dengan mengacu pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan.

“RPS berbasis OBE mengubah paradigma pembelajaran dari teaching-centered menjadi learning-centered. Fokusnya bukan pada apa yang diajarkan dosen, melainkan pada apa yang mampu dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran,” jelasnya.

Dr. Zeiburhanus juga memberikan contoh langsung bagaimana merancang RPS yang efektif, mulai dari perumusan CPL, penjabaran capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), hingga strategi penilaian berbasis kinerja (performance assessment). Beliau bahkan memandu peserta untuk melakukan praktik penyusunan draft RPS sesuai mata kuliah masing-masing.

Peserta terlihat antusias, banyak yang aktif bertanya mengenai teknis penyesuaian RPS lama agar selaras dengan standar OBE. Beberapa dosen juga mengapresiasi metode penyampaian Dr. Zeiburhanus yang sistematis dan aplikatif.

Memasuki sesi kedua, Dr. Imron Fauzi, M.Pd. membawakan materi yang tak kalah menarik. Ia menyoroti pentingnya publikasi output mata kuliah sebagai wujud nyata implementasi OBE.

“Setiap mata kuliah sejatinya tidak hanya berhenti pada ruang kelas. Produk pembelajaran mahasiswa—baik berupa artikel, modul, ataupun karya ilmiah—bisa dikembangkan menjadi publikasi yang berkontribusi bagi masyarakat akademik maupun publik luas,” tutur Dr. Imron Fauzi.

Beliau juga menguraikan strategi praktis untuk mengubah bahan ajar dan produk perkuliahan menjadi artikel jurnal, buku ajar, atau prosiding seminar. Selain itu, ia memberikan panduan teknis tentang etika publikasi, pemilihan jurnal bereputasi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan visibilitas karya.

Materi ini membuka cakrawala baru bagi dosen FTK, bahwa publikasi bukan lagi sekadar tuntutan administratif, melainkan juga sarana aktualisasi akademik dan kontribusi sosial.

Kedua sesi materi tidak hanya berjalan satu arah, melainkan penuh interaksi. Para dosen aktif menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, bahkan mengajukan permasalahan nyata yang mereka hadapi dalam penyusunan RPS maupun publikasi bahan ajar.

Salah satu peserta, Dr. Imam Khaudli, menyatakan bahwa workshop ini sangat membantu dalam memahami OBE secara lebih konkret. “Selama ini OBE sering hanya dipahami sebagai konsep. Tapi lewat praktik langsung hari ini, saya semakin yakin bisa menyusun RPS yang sesuai standar sekaligus mengembangkan publikasi dari output mata kuliah,” ujarnya.

Acara ditutup dengan prosesi pemberian sertifikat penghargaan kepada kedua pemateri sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Dengan demikian, workshop ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memperluas peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dan asosiasi profesional.

Melalui kegiatan ini, FTK UIMSYA semakin meneguhkan langkahnya menuju fakultas yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan. Dosen-dosen sebagai ujung tombak pendidikan kini semakin dibekali keterampilan praktis untuk menghadirkan pembelajaran berkualitas serta karya publikasi yang bermanfaat.

Workshop Pelatihan Pembuatan RPS OBE dan Publikasi Output Mata Kuliah diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi baru dari para dosen FTK, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk lebih produktif dan berorientasi pada capaian pembelajaran yang bermakna.

Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, FTK UIMSYA siap melahirkan generasi cendekiawan muslim yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga berdaya guna bagi bangsa dan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *